Jumat, 29 Januari 2010

KWARCAB SAWAHLUNTO


Kwarcab Pramuka Sawahlunto Proritaskan Pembinaan Gudep

Selasa, 26/01/2010 09:49 WIB


padangmedia.com - SAWAHLUNTO - Program Kwartir Cabang gerakan pramuka kota Sawahlunto kedepan lebih memprioritaskan kepada pembinaan gugus depan dan pengelolaan kwartir ranting kecamatan.

Wakil Ketua Kwarcab Purwandri mengatakan, program kerja tahun ini dititikberatkan kepada pembinaan Gugus Depan (gudep) terhadap pelaksaan pembinaan peserta didik. “Sesuai dengan rekomendasi Rapat Kerja Cabang Kwarcab Pramuka Sawahlunto Selasa (22/12) lalu “ katanya Senin (25/01)


"Kegiatan kita adalah memotivasi pramuka Siaga yang sasarannya peserta didik usia dini atau sekolah dasar serta lebih menggerakkan kegiatan pramuka Penggalang. Bazar Siaga, Gladian Pimpinan Regu serta kegiatan pramuka Penegak” ungkapnya.


Sementara untuk program yang lalu, masih tetap dilanjutkan seperti Karang Pamitran, Jambore On The Air dan Jambore On The Internet, Bulan Amal Bakti Ramadhan dan pencapaian Tanda Kecakapan Umum (SKU) menuju pramuka Garuda dimasing-masing tingkatan.


Dengan beberapa kegiatan tersebut, katanya, gudep akan termotivasi untuk lebih giat dan pencapaian sasaran pengembangan kepramukaan akan tercapai. Disamping itu juga mengikuti kegiatan pastisipasi tingkat daerah, nasional maupun internasional” kata Sekertaris Camat Silungkang ini.


Ia berharap beberapa program ini akan tersosialisasi dan terwujud dengan baik, dengan adanya dukung kwarran kecamatan dan gudep. “Dalam menjalankan program kita sangat didulung oleh pemko dalam pendanaan," tambahnya. (tumpak)

Desa Taratak Bancah Sawahlunto


Desa Taratak Bancah Silungkang, Dambakan Aliran Listrik

Senin, 25/01/2010 09:32 WIB

padangmedia.com - SAWAHLUNTO-Desa Taratak Bancah yang terletak dibagian paling selatan Kota Sawahlunto, sangat mendamkan listrik.

Desa ini dulunya merupakan salah satu desa di Kabupaten Sawahlunto Sijunjung yang termasuk dalam perluasan Kota Sawahlunto, sesuai diamanatkan Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1990.


Kepala Desa Taratak Bancah Djamidin N megatakan, ketika desa lain sudah terang benderang dengan menikmati fasilitas listrik untuk penerangan dan sarana penggerak ekonomi serta hiburan lain, Warga Taratak Bancah masih jauh dari harapan itu. "Entah kapan desa kami akan masuk listrik, "kata Djamidin


Alasan kurang ekonomis dengan penduduk hanya sekitar 600 jiwa dan jarak yang cukup jauh dari pusat pemerintahan desa tersebut menjadi pertimbangan Pemerintah Kota Sawahlunto. Jadi belum mendapat prioritas dan belum memungkinkan untuk memasukkan listrik ke desa yang berjarak 7 kilometer dari Muarakaban ini.
"Kita rindu Taratak Bancah ini masuk listrik dan terang benderang seperti desa lain di Sawahlunto. Kini, hanya lampu petromak dan lampu dinding dengan bahan bakar minyak tanah menjadi penerang dikala malam,"tutur Yusri, warga desa itu.

Ia menilai, sudah tiga Walikota Sawahlunto, diantaranya ada yang menjabat dua priode dan entah berapa kali pemilu legislatif. Namun, tak yang memikirkan dan memperjuangkan harapan warga Desa Taratak Bancah tentang listrik ini.

"Mungkin, karena kami banyak warga miskin sehingga khawatir tidak akan mampu membayar tarif listrik atau membayar biaya beli tiang untuk memasang jaringan, " keluh seorang warga desa lainnya.


Sebagian besar Warga Desa Taratak Bancah banyak yang bekerja sebagai petani dan mengolah kebun.(tumpak)

Sabtu, 23 Januari 2010

Bantuan Sapi ....?


PROGRAM P2FM DENGAN KUBE TUMPANG TINDIH

10 Nama Penerima Bantuan Sapi Diduga Fiktif

Sabtu, 23/01/2010 10:55 WIB

padangmedia.com - SAWAHLUNTO- Program sapi bantuan dibawah pengelolaan Dinas Sosnaker PM tahun 2007, disinyalir tumpang tindih dan banyak terjadi penyimpangan dan terkesan fiktif.

Kasi Rehabilitas Masyarakat Dinas Sosnaker Eldasrizal mengatakan, dalam bantuan sapi di Kayu Gadang Desa Santur, sejumlah penerima bantuan sengaja dimasukkan sebagai warga kelurahan Durian II, sementara Desa Santur dan Kelurahan Durian II berbeda tempat.


Seorang warga Kayu Gadang yang tak mau menyebutkan namanya kepada padangmedia.com mengatakan kecewa dengan bantuan sapi tersebut, karena tak sesuai dengan anggarannya.
" Setahu saya anggaran untuk seekor sapi itu senilai Rp.5 juta. tapi kenyataannya sapi yang kami terima adalah sapi kerdil yang dalam prediksi saya paling-paling hanya seharga Rp.2,5 jutaan " katanya.

Tak cuma masalah ketidak cocokan bantuan dengan anggarannya, menurutnya, juga ada penambahan daftar nama kelompok penerima bantuan sapi fiktif.


Lurah Durian II Yuliasti mengaku sudah mendengar masalah ini. Iapun sedang bingung mencari sepuluh nama penerima bantuan sapi yang dalam daftar ini masuk dalam daftar sebagai warganya. "saya tidak menemukan nama dalam daftar itu sebagai warga saya," ujarnya Yuliasti sambil menunjukkan daftar nama tersebut.


Iapun sudah memeriksa data dan bertanya-tanya dengan warga yang lainnya, tetapi mereka tak mengenal nama itu, bahkan pak Camat pun sudah menyuruhnya saya untuk membuat laporan perkembangan dari sapi itu.

"Bagaimana saya menjalankan perintah camat untuk membuat laporan ini. sedang penerimanya tidak tercatat sebagai warga saya. Jadi saya harus cari kemana lagi ", keluh Lurah Durian II ini.


Menanggapi tentang program P2FM, Yuliasti juga merasa dirugikan dengan adanya warga Kayu Gadang yang dimasukkan menjadi warga Durian II.


Kepala Desa Santur Bejo Karyono mengatakan, memang pernah ketua KUBE (Kelompok Usaha Bersama.red ) nya datang meminta tandatangan untuk program tersebut. "Namun kita tidak pernah dilibatkan dalam proses penyerahan sapi itu." katanya saat ditanyakan masalah daftar penerima sapi ini.


Ditambahkannya, hingga proses penyerahan bantuan sapinya, ia tidak pernah tahu dan tak pernah dilibatkan. Seperti apa sapi itu, berapa banyak dan siapa saja yang menerimanya.
"Warga dapat bantuan untuk perbaikan ekonomi, jadi sayapun tak mempermasalahkan hal itu," katanya.

Namun dipihak lain, petugas Dinas Sosnaker tak ada koordinasi dengan Dinas pertanian untuk melakukan penyuluhan dan pembinaan kepada warga yang telah menerima bantuan sapi itu. Sehingga kini, entah seperti apa atau tinggal berapa ekor sapi yang ada, Bejoopun tidak mengetahuinya.(tumpak)

SURYA 12 CHAMPIONSHIP SERI IV JABAR



Pancar Sawahlunto Sumbar Turunkan 5 Crosser

Sabtu, 23/01/2010 10:10 WIB


padangmedia.com - SAWAHLUNTO – Crosser Pancar Motocross Team Sawahlunto Sumbar Mengikuti Gelar Akbar "Surya 12 Motoriders Powercross Championship Seri IV " di Area Stadion Brigif, Cimahi Jawa Barat Sabtu (23/01).

Manager Tim Zulfikar mengatakan, Pancar Motocross Team menurunkan crosser, Jaka Bayes (Bulung) No :93 dan Zulfikar No.16, Tri Septa Putra (Sewo) No.29 dikelas 125 CC Novice dan dikelas 125 CC prolite, Triono Jemek's No.44 dikelas.
"Selain itu kita juga menurunkan crosser cilik Rillo F.R No.23 dikelas 85 CC, "katanya saat dihubungi padangmedia.com.

Lima seri ini di mulai di seri I di Stadion Berantas Kota Wisata Malang 12 Desember 2009, seri II di Stadion Dipenogoro Semarang 19 Desember 2009, Seri III di Stadion Goentoer Purbalingga 16 Januari 2010, seri IV di stadion Brigif, Cimahi 30 Januari 2009, seri V di Pantai Karnaval Ancol, Jakarta 30 Januari 2010.


Crosser asing yang akan tampil diantaranya Kim Azhkenazi, Trent Pons, Lewis Wood, Larry Blair dan Troy Caral dari Australia. Rhyss Carter, Jims Robinson, Andrew Carter dari Selandia Baru, Watana Khanlaya, Samat Kristanda asal Thailand, dan Manson Philip dari Kanada.


Sementara crosser lokal yang akan menjadi saingan Pancar Motocross Team Sawahlunto Sumbar akan tampil diantaranya Aep Dadang, Denny Orlando, Farhan Hendro, Yusuf Kurniawan, dan kroser muda Aldy Lazaroni yang juga pernah berpacu di sirkuit permanent pancar di Sangkar Puyuh Sawahlunto tahun lalu.


"Kita berupaya tampil lebih baik dan akan menajamkan peringkat, sekaligus mengibarkan bendera Sumatra Barat di arena pacuan. Kita sangat berharap doa dan dukungan masyarakat Sumbar, terlebih kota Sawahluntokata Zulfikar mengakhiri.(tumpak)

PT BA UP Ombilin Sawahlunto


PT BA UPO Akan Tingkatkan PKBL

Sabtu, 23/01/2010 08:01 WIB


padangmedia.com - SAWAHLUNTO – PT Bukit Asam - Unit Produksi Ombilin (UPO) tetap berkomitmen akan membantu, dan meningkatkan dukungan kepada Unit Usaha Menegah (UKM) melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL)

Yeni Mariani, Pjs. Manajer Keuangan PTBA-UPO mengatakan, Program ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap UKM. "Keuntungan perusahaan yang disisihkan kita salurkan melalui program ini, "katanya kepada padangmedia.com, Jumat (22/01)

Dana bantuan kemitraan untuk UKM di Sumbar, tahun lalu jumlahnya lebih banyak dengan 12 mitra binaan. Sedangkan tahun 2008, 10 mitra binaan yang dibantu dengan total dana Rp82,5 juta.


Menurut Yeni, dari sisi bunga pinjaman bantuan kemitraan lebih ringan dari perbankan yakni hanya 6 persen pertahun dengan masa angsuran pengembalian 3 tahun.


Tahun 2009, sebanyak 12 Pengusaha Kecil dan Menengah (UKM) di Sumatra Barat memperoleh bantuan dana kemitraan dari PT Bukit Asam. Bantuan dana kemitraan sebesar Rp132.500.000 diberikan kepada pengusaha kecil dan menengah itu untuk mengembangkan modal usaha.


"Jadi, kalau kita lihat, banyak kemudahan yang bisa dinikmati pengusaha kecil dan menengah dengan dana bantuan kemitraan ini. Termasuk tenggang waktu pembayaran angsuran pinjaman, yang dimulai pada bulan keempat.

Program kemitraan ini akan kita tingkatkan lagi pada masa mendatang, "kata Yeni
Lebih jauh dikemukakannya, pengusaha kecil dan menengah yang memperoleh bantuan pengembangan usaha, dari Kota Sawahlunto dan Kabupaten Sijunjung masing-masing 4 mitra binaan. Kabupaten Solok dan Kabupaten Tanah Datar masing-masing 1 mitra binaan. Sedangkan Kabupaten Pesisir Selatan 2 mitra binaan.(tumpak)

Jumat, 22 Januari 2010

SAWAHLUNTO 2010


Pengembangan Pertanian dan Peternakan Jadi Prioritas

Jumat, 22/01/2010 15:04 WIB


padangmedia.com - SAWAHLUNTO - Pengembangan budidaya pertanian masih jadi prioritas dalam program pemerintah kota Sawahlunto, bahkan lebih ditingkatkan. Walikota Sawahlunto Amran Nur mengatakan, pengembangan potensi pertanian dibeberapa daerah sangat dibutuhkan.

“Pengembangan ini dititik beratkan kepada sentra dan wilayah yang cocok dimasing-masing komoditi” katanya saat menerima kunjungan kerja Komisi II DPRD Sumatra Barat di Aula Balaikota Kamis.

Pengembangan itu meliputi, kata Amran, Pengembangan jagung seluar 100 hektar, pengembangan kedele 20 hektar, pengembangan sayuran pekarangan. Selain itu juga dikembangkan kakao 50 ribu dan karet 150 ribu bibit.

Pada peternakan dan perikanan, untuk sentra sapi perah yang ada , akan dikembangkan 10 sapi perah dan meningkatkan penyaluran bibit ikan kepada masyarakat melaluji Balai Benih Ikan Muarakalaban “ Dan pengembangan ini diberikan gratis kemasyarakat” kata Amran.


Wako menambahkan, dalam mendukung pengembangan ini juga dilakukan peningkatan fasilitas termasuk sumber daya manusia seperti Pelatihan Inseminasi Buatan, PKB dan ART serta penambahan pembangunan 5 embung.


Disamping Walikota, turut hadir pada pertemuan dengan komisi II beserta SKPD Pertanian Sumbar yang dipimpin Ketua Komis Marlis ini, Wakil Walikota Erizal Ridwan, Setdako Zohorin Sayuti juga Ketua Komis B Deri Asta dan jajaran SKPD kota ini. (tumpak)

Kesurupan...



14 Pelajar SMPN 6 Sawahlunto Kesurupan

Jumat, 22/01/2010 15:36 WIB


padangmedia.com - SAWAHLUNTO – 14 pelajar SMPN 6 Sawahlunto, kesurupan pagi pukul 08.10 WIB usai kultum, dilapangan upacara, Jumat (22/01).

Bermula Tri Dinda siwa kelas III/3 kemasukan dan mengerang sambil berteriak, usai kegiatan kuliah tujuh menit dilapangan upacara. “ Siswa berhamburan sambil berteriak histeris” demikian ungkap kepala sekolah SMPN 6 Asdon.


Sebelumnya, tambahnya, Tri Dinda kesurupan Kamis (21/01) pukul 14.00 WIB saat kelasnya memasuki pelajaran agama bersama gurunya Nanin Gustia. Kelas III/3 ini ditunjuk sebagai pelaksana kultum pada Jumat ini.


Hal ini, katanya, berembet keteman temannya Wiwit Novriani dan siswa lainnya, hingga sekolah berinisiatif memulangkan seluruh siswa yang tidak kena.


Berkat pertolongan Del (41), orang tua, guru dan masyarakat, siswa yang kesurupan dapat tenang kembali. “ Untuk antisipasi akan terjadi kembali, anak-anak besok kita liburkan” pungkasnya. (tumpak)