Kamis, 08 Oktober 2009

Kunjungi Sawahlunto

55 Fotografer Asia Tenggara Kunjungi Sawahlunto

Rabu, 30/09/2009 15:58 WIB


padangmedia.com - SAWAHLUNTOSebanyak 55 orang fotografer mengunjungi Kota Sawahlunto untuk memotret objek-objek kawasan kota lama. Beberapa di antaranya merupakan fotografer negara Asia Tenggara.

Mereka telah berada di Sawahlunto sejak Selasa (29/9) kemarin. Menurut Ketua Rombongan, Kristupa W Saragih kepada padangmedia.com, Rabu (30/9), ajang yang disebut crossing britz itu rutin dilakukan setiap tahunnya.

“Kali ini kita sepakat untuk objek pemotretan di kawasan kota lama Sawahlunto,” katanya.

Untuk rombongan kali ini, terdiri dari fotografer Indonesia, Philipina, Malaysia, Singapura dan Vietnam. Setiap negara mengirimkan 10 orang anggota ditambah satu leader.

"Kami memang membatasi jumlah peserta yang datang agar kami tidak terlalu
repot. Walaupun sebenarnya hampir seluruh anggota di negaranya ingin ikut ke Indonesia," ujar Saragih.

Selain berada di Sawahlunto untuk memotret tempat-tempat yang unik, mereka juga akan mengunjungi kota-kota lain di Sumbar. Selanjutnya, hasil foto-foto mereka akan diakses di medianya masing-masing.

“Kita akan saling bantu untuk mempromosikannya," kata Saragih yang berkantor di Kota Jogjakarta itu. (tumpak)

Praja Muda Karana

DKC Pramuka Sawahlunto Tuntaskan Program Kerja Ramadhan

Jumat, 11/09/2009 21:54 WIB


padangmedia.com - Sawahlunto - Setelah melakukan bakti ramadhan dengan merenovasi Mushalla Nurun Najah Desa Kubang Utara Sikabu Kecamatan Lembah Segar, DKC Pramuka Sawahlunto juga mengadakan lomba Azan dan kaligrafi untuk penggalang SD, lomba busana muslim dan musikalisasi puisi Islam untuk penggalang SLTP serta tarzil dan fahmil quran untuk penegak SMU.

"Selama bulan Ramadhan kita melakukan banyak kegiatan diantaranya fotong royong bersama warga merenovasi mushola Nurun Najah, dan berbagai lomba. Kegiatan buka bersama dikediaman ketua Kwarcab inilah sebagai penutup rangkaian kegiatan", kata Ketua Penyelenggara Purwandri

Pada kesempatan itu Purwandri bersama pelaksana kegiatan mengucapkan terima kasih kepada, warga Kubang Utara Sikabu, PT BA Ombilin, Dinas Pendidikan serta Dewan Kerja Cabang dan Sanggar Kerjanya. "Dengan kebersamaan melaksanakan kegiatan di bulan suci ini semoga menambah pula ibadah yang sedang kita laksanakan," ujarnya.

Di samping ajang silaturrahmi sesama pengurus, kegiatan penutup juga akan diisi dengan pengumuman seluruh kegiatan dan lomba.

Sementara itu Ketua Kwarcab Erizal Ridwan mengatakan, pramuka harus terus melaksanakan kegiatan yang beragam, menarik serta mengandung unsur pendidikan. "lebih ditekankan lagi dalam membangun karakter anak dan remaja serta membangun budi pekerti" katanya.

Setiap kegiatan pun harus melibatkan peserta didik yang beragam dan panitia penyelenggara pun harus dapat meningkatkan kualitas dan sasaran setiap kegiatan yang dilaksanakan. Kata Erizal, pemerintah kota sangat mendukung kegiatan yang dan pendidikan kepramukaan, terlebih kegiatan yang mebangun ketakwaan serta budi perti disaat bulan suci ini.

Turut hadir dalam buka bersama, Jajaran Dinas Pendidikan Ka.Kwarran, Pimpinan Satuan Karya, Tim SAR PT BA UP Ombilin serta Kabag Humas Setdako Maidirson.
(tumpak)

PNS kita


PNS Harus Lebih Disiplin Lagi

Rabu, 07/10/2009 19:25 WIB


padangmedia.com - SAWAHLUNTO –
Memberikan pelayanan terhadap masyarakat hendaknya Pegawai Negeri Sipil harus dengan ramah dan sopan, dan disiplin dalam bekerja.

"Berdasarkan pengamatan saya dan informasi dari masyarakat bahwa masih saja ada bagi pegawai, terlebih pada ex honorer, dalam melaksanakan tugas sehari – hari pun sudah tidak disiplin, masuk dan pulang kerja seenaknya," ungkap Walikota Amran Nur saat pembukaan Diklat Prajabatan bagi CPNSD Rabu (7/10) di Aula SKB Sawahlunto.

Dengan Diklat Prajabatan diharapkan akan ada persamaan pola piker, dan perobahan sikap, tingkah laku, dan disiplin dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat.

Sebagai PNS sanggup bekerja keras, mempu berkompetensi, dan loyalitas tinggi serta professional dalam bidangnya.

“Dengan kualitas yang demikian diharapkan terwujudnya sosok aparatur yang bersih dan berwibawa yang menjalankan amanah dan aspirasi masyarakat dalam pembangunan dan pelayanan masyarakat di kota ini," harap Amran Nur.

Turut hadir dalam pembukaan Diklat, Setdako Zohirin Sayati, Kakan Kepegawaian Daerah Rovanly Abdam, Kabag Humas Setdako Maidirson dan instruktur dan pemakalah dari Balai Diklat Regional Bikittinggi.
(tumpak)

Potensi Wisata Sawahlunto

Keragaman Etnik, Jadi Potensi Pariwisata Sawahlunto
Oleh : Tumpak Abdurrahman S | 02-Okt-2009, 22:32:54 WIB

KabarIndonesia - Membangun pariwisata seolah tidak ada habisnya. Ide-ide baru harus terus diciptakan dan dikembangkan, sehingga motivasi arus kunjungan wisatawan mengalir tiada henti. Kepuasan suatu pariwisata tidak akan pernah habis dari suatu objek ke objek yang lain.

Water boom menjadi titik awal koodinat pariwisata Sawahlunto, tepat dengan digiringnya visi dan visi kota bekas tambang menjadi daerah tujuan pariwisata dengan basis kota wisata tambang yang berbudaya.

Pandangan pecinta wisata mulai tertuju ke kota ini, bahkan water boom pertama di Pulau Sumatra itu menjadi barometer sekaligus munculnya keinginan bagi beberapa daerah untuk ikut berubah menjadi daerah tujuan wisata.

Suksesnya water boom ternyata tidak memberikan kepuasan begitu saja bagi Sawahlunto, daerah yang namanya sempat terbenam beberapa tahun karena tidak lagi memiliki potensi dari batu bara yang selama ini menjadi tempat bersandar baginya.

Kawasan pusat kota pun menjadi sasaran berikutnya oleh pemerintah untuk menggenjot pariwisata. Mulai dari pemulihan pemukiman warga kota lama dengan pelaksanaan renovasi, tanpa mengurangi nilai sejarah yang ada, hingga menghidupkan kembali bekas-bekas peninggalan penjajah. Museum Gudang Ransum, Museum Kereta Api, Lubang Mbah Soero, Lubang Cemara, Bangunan Tua Rumah Pek Sing Kek, pembangunan kawasan wisata Kandih Resort, Info Box, hingga pelaksanaan pembangunan water boom tahap kedua, serta pembangunan perkampungan tenun di Silungkang dan terakhir mendatangkan Lokomotif Uap. Ternyata itu semua baru bagian kecil dari suatu pembangunan pariwisata.

Kepala Dinas Pariwisata Sawahlunto, H Gusrial, BSc mengungkapkan, objek wisata akan terus dikembangkan tiada henti. “Bicara masalah pariwisata, bagaikan cerita yang tak berujung dan tiada habis. Dari satu menjadi dua, tiga, empat dan lima hingga ratusan bahkan ribuan objek wisata,” ujar Gusrial.

Memang tiada yang menyangka keinginan dan tangan dingin Walikota Sawahlunto, H. Ir.Amran Nur bersama Wakil Walikota H.Erizal Ridwan, ST didukung dengan seluruh elemen pemerintah dan masyarakat mampu mewujudkan Sawahlunto menjadi salah satu daerah yang mendapatkan perhatian dari wisatawan.

Gusrial mengatakan, keberhasilan pariwisata hari ini tidak terlepas dari keinginan pemerintah dan dukungan masyarakat. Namun, tidak ada kata puas dan titik henti, tetapi usaha untuk terus mengembangkannya. Pariwisata akan seiring dengan perkembangan teknologi, dari detik ke detik terus berkembang dan harus dikembangkan. Namun, yang sangat penting dari suatu pariwisata adalah kenyamanan dan keamanan serta pelayanan yang diberikan.

Diakui atau tidak, ujar Gusrial, begitu banyak daerah yang latah dengan pembangunan sebuah objek wisata. Tetapi Sawahlunto tidak akan pernah untuk mundur dan merasa tersaingi dengan pembangunan yang dilakukan. Pembangunan pariwisata akan terus dilaksanakan, baik dari objek maupun sumber daya manusia yang dimiliki. Gusrial juga mengungkapkan, jumlah kunjungan wisatawan ke Sawahlunto mengalami lonjakan yang cukup tinggi, terutama dalam suasana lebaran dan tahun baru.

Data sementara, ujarnya, untuk water boom dalam masa lebaran mampu meraup pemasukan melampaui setengah miliar, yang akan ditambah dengan pasokan dari pemasukan wisata Kandih Resort yang menyedot kunjungan wisatawan hingga 35 ribu saat lebaran.Pengembangan pariwisata ke depan, Gusrial mengatakn memilih perbaikan dari etalase kota. Pintu masuk menuju Sawahlunto akan lebih lebar dan mampu menyedot perhatian masyarakat yang melintasi Sawahlunto.

“Bayangkan saja, jika pintu masuk Sawahlunto dibuat selebar mungkin, dan memberikan wahana tersendiri dibandingkan daerah lain, tentu sedotan wisatawan yang akan masuk ke Sawahlunto menjadi lebih kuat,” tambahnya. Ditambah lagi dengan dukungan dari media dalam pemberitaan Sawahlunto ke tengah-tengah masyarakat, yang akan membuat Sawahlunto semakin membumi.

Namun di balik semua itu, Gusrial sangat yakin akan multi player efek yang ditimbulkan dari suatu usaha pariwisata. Pendapatan yang masuk langsung masuk menjadi pendapatan asli daerah (PAD), bukanlah semata tujuan bagi pemerintah. Pedagang, tukang parkir, serta produksi kerajinan akan semakin laris.

Akibtanya, tentu akan menjadikan daya beli dan tukar uang di Sawahlunto semakin meningkat secara drastis. Ke depannya, Gusrial mengatakan, pihaknya berencana, Sawahlunto dilengkapi dengan objek wisata rumah adat multi etnes, dengan bangunan rumah-rumah adat dari seluruh etnis yang ada di daerah ini, dengan dipusatkan di suatu tempat. Mulai dari rumah adat Minangkabau, Batak, Cina, Jawa dan semua suku yang ada. “Tidak kita pungkiri, Sawahlunto merupakan miniatur budaya Indonesia, dimana seluruh etnis ada dan datang ke Sawahlunto,” katanya. (*)

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!!
Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com/

Yang bolos

Pemko Harus Tegas Terhadap Pegawai yang Bolos

Oleh : Tumpak Abdurrahman S | 06-Okt-2009, 05:54:12 WIB

KabarIndonesia - Sawahlunto, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Sawahlunto sarankan agar pemerintah kota Sawahlunto tegas dalam memberikan sangsi kepada pegawai terkait ada yang bolos saat hari pertama masuk kerja Kamis (24/9) lalu.

Dimana 27 orang pegawai di lingkungan pemko Sawahlunto bolos pada hari pertama masuk kerja akan diberikan sangsi.

Ketua Komisi A DPRD Sawahlunto Yuswir BSc mengatakan, pemko melalui kantor terkait harus memberikan sangsi terta teguran sesuai dengan aturan yang berlaku. “Timbul aspek jera pada pegawai yang tak patuhi aturan” katanya.

Sebenarnya kita tahu akan pentingnya waktu berlibur lebaran, namun dengan tunjangan kesejahteraan dengan THR sebulan gaji serta pentingnya pelayanan publik, kalau masih ada pegawai yang bolos tentu harus jadi perhatian serius untuk mewarningnya.

Ini harus ditindak lanjuti, terlebih terhadap mereka yang telah melakukan pelanggaran beberapa kali, "jika perlu dengan dampak agar pegawai yang lain tidak mengikuti berbuatan tegasnya.

Seperti yang disampaikan Kepala Kantor Kepegawaian Daerah Kota Sawahlunto, Drs. Rovanly Abdams,MSi pihaknya akan memproses untuk memberikan sanksi langsung kepada pegawai yang bolos.

“Kalau yang telah pernah kena teguran, akan dikeluarkan Surat Peringatan,” katanya.

Dari IV tim yang diturunkan untuk memantau serta mendata kehadiran pegawai di lingkup pemerintah kota itu kemarin, hanya dua persen dari total 1.222 pegawai saja yang tidak hadir. Tercatat pegawai yang banyak tidak hadir adalah di lingkungan Dinas Pariwisata, yaitu sebanyak 9 orang.

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!!
Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com/

Senin, 14 September 2009

Aksi Gebrak Meja Saat Wawancara

Kamis, 10/09/2009 17:02 WIB

padangmedia.com - SAWAHLUNTO - Ini adalah pengalaman wawancara tidak mengenakkan reporter padangmedia.com dengan salah satu pejabat di Kota Sawahlunto. Saat melakukan wawancara, padangmedia.com yang datang bersama salah seorang wartawan tabloid mingguan hendak menanyakan persoalan PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) Mandiri dan Kelompok Kerja PNPM di kota itu.

Awalnya, padangmedia.com bersama rekan wartawan lainnya itu tengah melakukan wawancara dengan Kasi Pemberdayaan pada Kantor Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Keluarga Berencana (PMPKB) setempat, Hanif Nawanif, Rabu (9/9) kemarin.

Hanif saat itu pun meladeni wawancara seputar tugas Pokja dan beberapa paket proyek PNPM atau P2KP serta tugas dan tanggungjawab Pokja.

Namun, saat pertanyaan mengarah pada masalah dana pendamping dan tugas tanggungjawab Pokja, Kepala Kantor PMPKB, Ervic Rinaldi masuk dan dengan nada keras mengatakan, jangan membolak-balikan pertanyaan. “Jangan dicampuradukkan antara dana pendamping dengan dana Pokja" ujarnya keras.

Karena dijawab dengan nada kurang enak itu, wartawan tabloid yang bernama Rinaldi pun berkata, kenapa mesti dijawab dengan nada keras, padahal ia tengah wawancara dengan Hanif. Namun, balasannya adalah gebrak meja dari sang kepala kantor.

Akhirnya, karena situasi sudah tak kondusif lagi dan suasana menjadi tegang, wartawan padangmedia.com bersama Rinaldi tadi pun mengundurkan diri.

“Mohon maaf pak, kami tak mau ribut-ribut. Lagi puasa!” ujar kami bersamaan.

Wah, puasa-puasa, aksi gebrak meja tampaknya jalan terus! (tumpak)

waah...

KASUS KORUPSI KAKAO DI SAWAHLUNTO
Pengadaan Bibit Kakao Sarat Penyimpangan


Jumat, 11/09/2009 00:02 WIB

padangmedia.com - SAWAHLUNTO-Saksi ahli, Ahmad Asmi dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) berpendapat, 19 paket pengadaan bibit kakao tahun 2005 yang dilaksanakan 15 rekanan sarat penyimpangan. Akibatnya, negara dirugikan Rp290 juta. Hal itu diungkapkan Ahmad Asmi dalam keterangannya pada sidang lanjutan kasus pengadaan bibit kakao Kota Sawahlunto tahun 2005 di Pengadilan Negeri Sawahlunto Kamis (10/9).

"Kalau prosedur salah maka rekanan yang ikut dalam pengadaan bibit kakao itu tidak berhak memperoleh untung dari pengadaan tersebut, "kata auditor BPKP Padang itu.

Sidang kasus kakao di Sawahlunto menghadirkan terdakwa terdakwa Nasrun Bakar (ketua panitia pengadaan) dan Jasman M (pimpinan kegiatan), pimpinan sidang Abdul Bari A Rahim dan jaksa penuntut umum Deddi Taufik dan Penasihat hukum Elfia Rita Dewi.

Menurut dia, proyek pengadaan bibit kakao yang dilaksanakan melalui APBD Perubahan tahun 2005, Kota Sawahlunto, sudah dimulai sejak anggaran awal tahun tersebut.

"Kegiatan yang dilaksanakan tanpa ada anggaran di APBD tidak bisa dibenarkan, "ujarnya. Dikatakannya, awal tahun pengadaan sudah dimulai sebanyak 70 ribu batang bibit kakao dengan dana Rp145 juta yang dilaksanakan CV Lestari dengan penunjukan langsung. Anggaran pengadaan itu diambilkan dari dana pembibitan perkebunan Dinas Pertanian.

Lebih jauh dikemukakannya, pada perubahan APBD tahun 2005 baru dianggarkan sebanyak 900 juta untuk pengadaan 450 ribu batang bibit kakao. Namun, pelaksanaannya juga dengan penunjukan langsung terhadap 16 rekanan yang dibagi dalam 19 paket.

"Adanya penyimpangan dalam proyek itu maka menimbulkan kerugian negara. Dan, yang bertanggung tentu Kuasa Pengguna Anggaran, "ujar Ahmad Asmi.

Sidang ditunda pada Senin (14/9) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari pihak terdakwa.(tumpak)