Jumat, 24 Juli 2009

Kebakaraaan ...

Makam M.Yamin di Talawi Terbakar

Minggu, 19/07/2009 16:51 WIB

padangmedia.com SAWAHLUNTO- Makam Pahlawan Nasional Maha Putra Moh.Yamin di Talawi SawahluntoMinggu (19/7) terbakar sekitar pukul 15.32 WIB.

Menurut saksi mata Amrizal (27) warga Talawi Mudik kepada padangmedia.com, api pertama terlihat dari pembakaran sampah di sekitar makam."Saya tidak tahu penyebabnya. Tiba-tiba saja saja saya sudah melihat kebakarannya dari seberang jalan" katanya

Masih menurut Amrizal, mobil pemadam kebakaran dari Sawahlunto datang ke lokasi lebih kurang 35 menit kemudian. Api dapat dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran bersama warga Talawi Mudik satu
jam kemudian.

Begitu mendengar kabar terbakarnya makam pahlawan Nasional Maha Putera M.Yamin, Wakil Walikota Sawahlunto Erizal Ridwan langsung melakukan peninjauan ke lokasi kebakaran, MInggu (19/7).

Dalam kesempatan itu Erizal mengatakan, secepatnya dilaporkan ke pemerintah pusat sesuai dengan kronologis dan kerugian serta rancangan renovasinya. “ini makam inventris nasional kita harus cepat laporkan” katanya.

Menyinggung asal dan sumber kebakaran, Erizal menghimbau agar jangan dulu memvonis atau saling menyalahkan siapa yang membuat kejdian ini terjadi, "Serahkan saja pada pihak yang berwajib. Ini musibah yang juga musibah bangunan inventaris nasional” katanya.

Ikut mendampingi wawako, Asisten II Muhksis, ka Dinas Sosnaker Maryusfi, Camat Talawi Dedi Ardona dan Anggota DPRD Afdalisman. "Awal api dari pembakaran sampah di bawah pohon jengkol yang berjarak 15 meter dari gedung makam" kata Kapolsek melalui Kanit Reskrim Brig.Epi Yuhendra didampingi Ka.SPK Brig.Zulhendri Polsek Talawi Sawahlunto kepada padangmedia.com Minggu (19/7)di mapolsek.

Menurut Epi, pegawai honor Pustaka Moh Yamin Rahmadonal (31) membakar sampah yang telah ia kumpulkan dekat pohon jengkol sekitar puluk 15.00 WIB . "Angin kencang mengkibatkan bibir api menjangkau pohon yang meneruskan api menjalar ke atap gonjong makam yang terbuat dari ijuk" katanya.

Dengan cepat api membakar makam Moh.Yamin yng sebagian besar terbuat dari kayu, kaca dan ijuk.

Saat ini pihak kepolisian akan memeriksa saksi dan meminta keterangan baik dari Rahmadonal dan Gushairi 33 tahun yang juga pegawai Makam. "Dugaan kuat akibat membakar sampah yang dilakukan Rahmadonal" katanya. (tumpak)

Selasa, 07 Juli 2009

Tambang meledak, Siapa yang bertanggungjawab .......

Ledakan di Lokasi Tambang di Areal KP PT Dasrat Sarana Arang Sejati,
Polres Belum Tetapkan Tersangka

Oleh : Tumpak Abdurrahman S

23-Jun-2009, 23:07:08 WIB - [www.kabarindonesia.com]- SAWAHLUNTO. Pasca musibah ledakan di lokasi tambang batu bara Galau Cigak, Kota Sawahlunto, Polres Kota Sawahlunto belum menetapkan tersangka. Polres baru memeriksa 15 saksi terkait musibah yang menelan korban jiwa 34 orang itu.

Menurut Kapolres Sawahlunto, AKP Ano Munarto, pihak Polres telah mengumpulkan keterangan dari 15 saksi.

Dari 15 saksi tersebut, di antaranya dari pelaksana pertambangan, pemilik Kuasa Pertambangan PT Dasrat Arang Sejahtera, Dinas Pertambangan dan beberapa korban selamat.

Tujuan pengumpulan keterangan saksi agar lebih mengetahui dan menganalisa unsur apa yang mengakibatkan ledakan gas metan yang mematikan tersebut.

“Kita juga akan meminta keterangan ahli pertambangan. Setidaknya dari Balai Diklat Tambang Bawah Tanah, dan inspektur tambang pusat” katanya.

Dikatakan Ano, belum ada titik terang dalam memutuskan calon tersangka yang pada peristiwa Selasa (16/6). “Belum pasti apakah ada faktor kelalaian atau kesengajaan,” katanya.
"Ini untuk sementara menjelang dilaksanakan penelitian terhadap kelayakan melanjutkan proses penambangan di lokasi mereka masing-masing," ujar Walikota Sawahlunto Amran Nur kepada pers Rabu (17/6) di Sawahlunto.

Penelitian akan dilakukan dalam sepekan ini oleh Dinas Pertambangan dan instansi teknis lainnya.

Sementara menyangkut jatuhnya korban apakah ini ada indikasi kelalaian pemegang KP atau pelaksananya, Amran Nur mengatakan kini polisi sedang menyelidikinya. Ini dibenarkan oleh Kapolresta Sawahlunto, Ano Munarto.

Menurut Emeldi dari PT Dasrat, pihaknya ikut bertanggungjawab atas kejadian in. Tapi ia menambahkan bahwa dalam perjanjian dengan pelaksana CV Perdana, semua resiko penambangan ada pada CV Perdana. PT Dasrat hanya pemilik KP dan pembeli hasil tambang.

"Kedua pihak membuat perjanjian pada tahun silam," kata Emeldi. Sayangnya perjanjian itu hanya dilakukan antar kedua perusahaan saja tanpa diketahui Dinas Pertambangan Sawahlunto

Masih ada tujuh orang korban yang masih dirawat di RSUD Kota Sawahlunto. Mereka masih merasakan pusing sambil menahan rasa sakit yang akibat terkena ledakan gas metan.Mereka yang dirawat umumnya saat kejadian berlangsung berada di luar lubang tambang yang meledak tersebut.

Erna, 43, pemilik warung ini mengalami luka di tangan dan di punggungnya. Warungnya berada 100 meter dari lubang tambang yang naas tersebut. "Sebelum kejadian saya duduk-duduk di warung saya, tiba-tiba saya mendengar suara ledakan, dan entah bagaimana caranya saya sudah terpelanting saja. Tangan dan punggung saya luka karena adanya pecahan batu mengenai saya,"ujarnya.

Senada dengan Erna, Eko, 26, saat kejadian juga berada di luar tambang. Dia mengalami luka di kaki serta kepalanya robek karena pecahan batu. Eko menambahkan dia baru tiga bulan bekerja di penambangan tersebut.

Selain itu Wendri, 30, mengalami luka di kening dan dia harus rela kehilangan satu buah gigi serinya yang patah akibat ledakan tersebut.

Kepala Bidang Pelayanan RSUD Kota Sawahlunto, dr. Herlin Sridiani mengatakan, Kamis (18/6) mengatakan saat ini masih dirawat tujuh orang korban yang mengalami luka-luka. Di antaranya Anhar , 33, Eko, 26, Erna Bakar, 43, Upri W.S, 34, Edi, 47, Agung Gusmeri, 26, dan Wendri, 26.

"Awalnya disini dirawat 13 orang, sudah diperbolehkan pulang 3 orang, dan dirujuk ke RSUD Dr. M. Djamil 3 orang, sehingga yang masih dirawat sampai saat ini ada 7 orang lagi," tukasnya.

Korban yang dirujuk ke RSUD Dr. M. Djamil adalah korban yang mengalami luka bakar yang cukup parah yaitu Nopriadi, 19, Rizon, 28, dan Syaiful, 19.

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com

Kesehatan disekeliling kita

Angka Kematian Bayi di Sawahlunto Meningkat

Kamis, 25/06/2009 15:40 WIB

padangmedia.com - SAWAHLUNTO Angka kematian bayi di Kota Sawahlunto meningkat. Pada tahun 2008, angka kematian bayi mencapai 34 per seribu kelahiran. Padahal, di tahun 2007 hanya 23 per seribu kelahiran.

Menurut Kabid Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kota Sawahlunto, Elma Sayuti, salah satu indikator yang menyebabkan masih tingginya angka kematian bayi adalah berat badan yang rendah dan kekurangan gizi. Hal itu mengakibatkan mudahnya bayi dan ibu terinfeksi.

“Menyikapi hal ini Dinas terus melakukan program percepatan penurunan angka kematian ibu dan anak,” kata Elma kepada padangmedia.com Kamis (25/6) di ruang kerjanya.

Selain itu, lanjut Elma Sayuti, pihaknya juga melakukan antisipasi terhadap daerah-daerah yang menjadi kantong angka kematian bayi yang disebabkan tidak digunakannya fasilitas kesehatan dan medis. “Dari 34 kematian per seribu kelahiran tersebut, terdapat 8 kematian di Desa Lumindai Kecamatan Barangin,” katanya.

Beberapa upaya di antaranya dengan memasang stiker program P 4 K yang menunjukkan di mana ibu hamil dan data kesiapan dan kesehatan kehamilannya, pelayanan klas ibu hamil pelaksanaan Ante Natal Care (ANC) dan kemitraan dengan dukun bersalin.

“Ada beberapa daerah yang hanya mengandalkan dukun dalam proses melahirkan. Daerah itu harus dilakukan monitoring setiap saat serta dilakukan pendekatan dengan mengkalaborasikan dukun dengan medis guna menekan angka kematian,” tambahnya.

Selain itu, pada APBD perubahan sekarang, katanya, Pemko telah memprogramkan skala prioritas dengan mengucurkan dana untuk program percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi.

Di antaranya sosialisasi dengan tokoh masyarakat, studi banding dukun bersalin ke daerah yang berhasil menekan anggka kematian ibu dan bayi, insentif dukun bersalin dan melengkapi peralatan dan pakaiannya. (tumpak)

Uangnya kemana...?

DPRD Sawahlunto Pertanyakan Dana Pemasukan Radio Pemerintah Daerah

Sabtu, 27/06/2009 18:31 WIB

padangmedia.com - SAWAHLUNTO - DPRD kota Sawahlunto pertanyakan pemasukan dana Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) Sawahlunto FM.

"Radio ini, semakin hari semakin diminati publik dan konsumen untuk memasang iklan. Namun dalam APBD tahun ini tidak tercantum seberapa besar PAD yang didapat radio milik pemko ini," kata Anggota Komisi B DPRD Masdi pada dengar pendapat pembahasan APBD perubahan kemarin.

Sementara, katanya, tiap tahun dianggarkan dana operasional dan anggaran belanja. " sama-sama kita ketahui bahwa saat ini terlebih pada kampanye pemilu legislatif. tak sedikit partai dan caleg memasang iklannya di radio" ulasnya.

Kabid Pendapatan Daerah Dinas Pengelola Keuangan Daerah Isnedi mengatakan, memang benar tidak tercantum dalam PAD kita. "Kita pernah konfermasi kepada Bagian Humas Setdako, dana itu masih ada. Hanya menunggu aturan dalam pendapatan apakah pada sumbangan pihak ketiga atau berupa lainnya" katanya.

Lebih jauh diulas Isnedi, sesuai putusan rapat tadi, pada rapat konsultasi lanjutan akan dijelaskan tentang masalah itu." Untuk menjawab rinciannya, Kabag Humas tidak bisa hadir dalam sidang ini karena sedang menyambut Komisi IV DPRD Sumbar di balaikota" katanya.

Rapat konsultasi anggaran yang dipimpin ketua DPRD Yuliar dihadiri pihak eksekutif yang pimpin Kadinas PKD Jasmin Chalid beserta Kabid dan Kabag dilingkungan Setdako Sawahlunto. (tumpak)

Pariwisata

Rasa Aman, Kunci Penarik Wisatawan
Oleh : Tumpak Abdurrahman S
06-Jul-2009, 17:31:22 WIB - [www.kabarindonesia.com]

KabarIndonesia, Sawahlunto - Perilaku Sapta pesona bagi masyarakat dan pelaku pariwisata amat penting dalam menwujudkan visi misi kota Sawahlunto menjadi kota wisata tambang yang berbudaya 2020.

Walikota Sawahlunto Amran Nur mengatakan, menciptakan rasa aman, tertib, berprilaku yang meningkatkan kebersihan, dan keramahan tentu menjadi daya tarik yang diharapkan bagi wisatawan yang datang ke kota ini.

"Mulailah dari lingkungan pariwisata dan objek wisata," katanya Sabtu (4/7) saat Sarasehan Sapta pesona di Water boom Muara kalaban.

Contoh terkecil, ulas Amran, kebersihan Toilet di rumah makan. "Amat sulit mencari rumah makan yang toiletnya sesuai standar kebersihan," ulasnya.

Standar hargapun harus transparan, jangan berlaku aji mumpung karena yang datang orang luar atau turis mancanegara, harga jadi naik.

Buah dari kesuksesan dalam menjadikan Sawahlunto destinasi pariwisata buka pada pemerintah saja. "Peran masyarakat dan pelaku pariwisata amat penting," harap Wako.

Turut hadir dalam sarasehan ini, Staf Ahli Mentri Parsenibud RI bidang Hubungan antar lembaga Thamrin Depari, Kadinas Pariwisata H Gusrial, Ketua Dekranasda Emnidar Amran dan pelaku wisata seperti pedagang sovenir, pengrajin tenun dan tokoh masyarakat. (*)

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com

Kamis, 25 Juni 2009

KP bermasalah Siapa yang bertanggungjawab ..?

Daerah

Paska Ledakan Tambang di Sawahlunto
Oleh : Tumpak Abdurrahman S

19-Jun-2009, 15:07:27 WIB - [www.kabarindonesia.com]

KabarIndonesia - Menyusul ledakan gas metan di kawasan pertambangan batu bara Galau Cigak di perbatasan Kota Sawahlunto dengan Kabupaten Sijunjuyawa penambang, pihak Pemko Sawahlunto segara mengambil tindakan preventif dengan menutup 13 tambang lainnya.

"Ini untuk sementara menjelang dilaksanakan penelitian terhadap kelayakan melanjutkan proses penambangan di lokasi mereka masing-masing," ujar Walikota Sawahlunto Amran Nur kepada pers Rabu (17/6) di Sawahlunto.

Penelitian akan dilakukan dalam sepekan ini oleh Dinas Pertambangan dan instansi teknis lainnya.

Sementara menyangkut jatuhnya korban apakah ini ada indikasi kelalaian pemegang KP atau pelaksananya, Amran Nur mengatakan kini polisi sedang menyelidikinya. Ini dibenarkan oleh Kapolresta Sawahlunto, Ano Munarto.

Menurut Emeldi dari PT Dasrat, pihaknya ikut bertanggungjawab atas kejadian in. Tapi ia menambahkan bahwa dalam perjanjian dengan pelaksana CV Perdana, semua resiko penambangan ada pada CV Perdana. PT Dasrat hanya pemilik KP dan pembeli hasil tambang.

"Kedua pihak membuat perjanjian pada tahun silam," kata Emeldi. Sayangnya perjanjian itu hanya dilakukan antar kedua perusahaan saja tanpa diketahui Dinas Pertambangan Sawahlunto

Masih ada tujuh orang korban yang masih dirawat di RSUD Kota Sawahlunto. Mereka masih merasakan pusing sambil menahan rasa sakit yang akibat terkena ledakan gas metan.

Mereka yang dirawat umumnya saat kejadian berlangsung berada di luar lubang tambang yang meledak tersebut.

Erna, 43, pemilik warung ini mengalami luka di tangan dan di punggungnya. Warungnya berada 100 meter dari lubang tambang yang naas tersebut. "Sebelum kejadian saya duduk-duduk di warung saya, tiba-tiba saya mendengar suara ledakan, dan entah bagaimana caranya saya sudah terpelanting saja. Tangan dan punggung saya luka karena adanya pecahan batu mengenai saya,"ujarnya.

Senada dengan Erna, Eko, 26, saat kejadian juga berada di luar tambang. Dia mengalami luka di kaki serta kepalanya robek karena pecahan batu. Eko menambahkan dia baru tiga bulan bekerja di penambangan tersebut.

Selain itu Wendri, 30, mengalami luka di kening dan dia harus rela kehilangan satu buah gigi serinya yang patah akibat ledakan tersebut.

Kepala Bidang Pelayanan RSUD Kota Sawahlunto, dr. Herlin Sridiani mengatakan, Kamis (18/6) mengatakan saat ini masih dirawat tujuh orang korban yang mengalami luka-luka. Di antaranya Anhar , 33, Eko, 26, Erna Bakar, 43, Upri W.S, 34, Edi, 47, Agung Gusmeri, 26, dan Wendri, 26.

"Awalnya disini dirawat 13 orang, sudah diperbolehkan pulang 3 orang, dan dirujuk ke RSUD Dr. M. Djamil 3 orang, sehingga yang masih dirawat sampai saat ini ada 7 orang lagi," tukasnya.

Korban yang dirujuk ke RSUD Dr. M. Djamil adalah korban yang mengalami luka bakar yang cukup parah yaitu Nopriadi, 19, Rizon, 28, dan Syaiful, 19. (*)

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://www.kabarindonesia.com/

Senin, 08 Juni 2009

awal juni

Pancasila kita...

Apakah yang terlintas dalam pikiran kita ketika mendengar kata Pancasila? Apakah sekedar 5 poin yang selalu dibacakan ketika kita SD..? Atau jangan-jangan masih ada diantara kita yang belum hafal juga kelima poin itu..? tetapi kecil kemungkinan itu terjadi karena kita pasti akan ditertawakan oleh teman-teman kalau belum dapat menghafalnya.

Pancasila adalah dasar negara kita. Dengan berpedoman kepadanya kehidupan berbangsa dan bernegara ini dijalankan. Sebagai suatu dasar negara, Pancasila dibuat dengan sangat hati-hati karena harus mampu mewakili semua aspek kehidupan, dia harus memiliki turunan makna yang jelas yang mampu hadir sebagai “mutiara tausyiah” di dalam kehidupan real di masyarakat.

Untungnya Pancasila telah mampu mengeksistensikan dirinya sebagai dasar negara yang sampai saai ini tidak pernah dirubah. Namun, dengan semakin berkembangnya kehidupan bermasyarakat, dengan semakin menjamurnya berbagai paham dan aliran, membuat semakin kompleksnya hubungan diantara manusia.

Demokrasi yang hadir sebagai alat kebebasan membuat orang semakin kreatif dalam membuat hal-hal yang baru. Masih segar dalan ikatan kita berbagai macam aliran agama yang hadir di tengah-tengah masyarakat seperti Lia Eden, Ahmadiyah, dan aliran keagamaan lainnya.

Dimana-mana banyak terjadi kasus-kasus kejahatan kemanusiaan, seperti pembunuhan, pemerkosaan, penjarahan, penculikan, penganiayaan terhadap manusia yang terkadang sangat kejam dan tidak manusiawi. Harga nyawa sudah seperti harga sebuah permen, yang murah sehingga dapat dibayar cash.

Dalam bidang politik, diwakili dengan membludaknya partai peserta pemilu di tahun 2009 ini. Cita-cita sila ke-4 sebagai perwujudan sebuah pemerintahan yang dipimpin secara hikmat dan kebijaksanaan nampaknya masih jauh dari harapan.

Kita bisa melihat sendiri sejauh mana musyawarah dapat menjadi pemersatu bagi terbentuknya suatu hasil yang disepakati bersama, dapat diterima secara ikhlas dan semua orang mengakui dan mau menjalankannya. Jika kita diminta menilai, apakah sistem pemerintahan yang ada sekarang telah mewakili cita-cita dari sila ke-4? silahkan jawab sendiri.

Malangnya berbagai hal baru yang dibuat oleh manusia, sebagai hasil dari kreatifitas manusia, sebagai bukti adanya kebebasan, sebagai pemikiran bahwa sistem yang dulu tidak laku lagi, ternyata malah membuat pertentangan, kerusuhan dan perpecahana diantara kita. Sungguh ironi memang! Persatuan bangsa ini benar-benar telah dipertaruhkan. Jiwa gotong-royong, saling bahu membahu diantara sesama sekarang tingal kenangan.

Semakin hari manusia semakin egois, individualistik, berprinsip “Emang gue pikirin”, bersyair “ Urusan, urusan gue, elu jangan ikut campur !!!!”, bernyanyi“ Andaikan saja dunia ini manjadi milik Saya !” dan bersikap “ Awas loe, macam-macam gue sikat !!!”.

Belum lagi maraknya kasus-kasus ketidakadilan di negeri ini. Hukum telah dipermainkan oleh pihak yang memiliki uang. Orang yang mencuri sandal bahkan mendapat hukuman yang lebih berat dibandingkan orang yang korupsi. Pendidikan yang seharusnya menjadi hak setiap warga negara menjadi tidak terlaksana sepenuhnya.

Yang bisa sekolah adalah yang punya uang. Dengan alasan pendidikan yang semakin maju, berkembang dan canggih, biaya pun menjadi semakin mahal. Tidak semua orang dapat menikmati indahnya bersekolah. Dimana keadilan di negeri ini..?

Coba kita merenung sejenak, berusaha untuk memaknai semua poin yang tercantum dalam Pancasila. Tidakkah kita terharu dan bangga dengan dasar negara kita ini..? Adakah yang kurang..? Adakah yang salah..? Adakah yang tidak sesuai dan bertentangan dengan kehidupan bermasyarakat..?

Ternyata tidak ada. Semua poin mengajarkan kebaikan, norma-norma yang mulia, yang sangat sesuai jika diterapkan karena mendatangkan kedamaian, ketentraman, dan persatuan. Pancasila mengajarkan kepada kita kunci sukses dalam berkehidupan yang tenteram, dan langgeng.

Pancasila telah mampu menyeimbangkan antara dunia dan akhirat, yaitu dengan mangajarkan untuk berketuhanan dan juga menjaga hubungan yang baik diantara manusia. Pancasila juga sangat sesuai dengan budaya kita, yaitu budaya ketimuran.

Para founding fathers kita memang benar-benar cerdas dalam merumuskan pancasila ini terlepas dari adanya perbedaan pendapat dalam memaknai filosifinya. Namun secara normatik, nilai-nilai pancasila adalah nilai-nilai yang berbudi dan luhur.

Oleh karena itu, dengan melihat realita yang ada apakah memang perlu jika pancasila diganti saja? Diubah dengan nilai-nilai yang baru..? Apakah itu yang kita harapkan..? Tidak perlu ada lagi gotong-royong, tidak perlu ada lagi persatuan, biarkan saja ketidakadilan merajelala dimana-mana. Kasus-kasus kemanusiaan tidak perlu diambil pusing, dan biarkan menjadi beban bagi yang mengalaminya saja.

Tidak perlu ada lagi musyawarah, yang penting siapa yang berkuasa, memiliki kekuatan, dialah yang akan memimpin rakyat, apakah kata-kata “hikmah dan kebijaksanaan” telah benar-benar “kuno”..?.

Peranan Pancasila sebagai dasar negara dengan segala nilai-nilainya yang luhur sudah seharusnya dijadikan reerensi untuk memaknai setiap sistem dan nilai yang berlaku di masyarakat saat ini, baik norma yang baru muncul maupun yang akan muncul kemudian sebagai konsekuensi dari perkembangan pemikiran manusia dan kehidupan masyarakat yang sangat kompleks.

Jika kita masih percaya bahwa nilai-nilai Pancasila masih sangat relevan dengan kehidupan kita, masih sesuai sebagai dasar negara dengan nilai-nilai yang dibawanya maka sudah sepantasnya sebagai warga negara yang baik kita kembali menjunjung tinggi dasar negara kita ini.

Mari kita mencoba untuk merefleksikannya kembali, dan berusaha untuk menerapkan nilai-nilainya sesuai dengan kehidupan kekinian dan kedisinian sehingga nilai itu tidak menjadi hilang namun dapat selalu menjadi pedoman bagi kita dalam menjalani kehidupan bermasyarakat demi terciptanya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat tentunya.